Admin jadi bottleneck.
Dulu pelanggan nunggu sampai 45 menit buat dapat respons. Semua detail order lewat percakapan manual, jadi kapasitas penjualan dibatasi jam kerja admin.
Kanalnya udah bener. Masalahnya tiap order harus dimulai dan diselesaikan manual dari nol.
Pertahankan kebiasaan. Perbaiki prosesnya.
Website jadi pintu masuk order dan tersambung langsung ke WhatsApp. Pelanggan tetap di kanal yang mereka kenal, dan data order datang dalam kondisi siap proses.
Tiga komponen, satu alur yang nyambung.
Website untuk order langsung
Pelanggan lihat menu, pilih pesanan, dan masuk ke alur WhatsApp tanpa nunggu admin jelasin semuanya.
Otomasi order WhatsApp
Order diproses otomatis, konteksnya lengkap, dan admin cuma ikut campur saat benar-benar perlu.
Monitoring self-healing
Semua service dipantau di produksi dan pulih sendiri dari kegagalan umum.
Lebih cepat, lebih mandiri, dan terukur.
- 22,5xlebih cepat
- Waktu respons: 45 menit → 2 menit
- 70%order via web
- Dari sebelumnya 0%
- 60%ter-handle otomatis
- Order diproses otomatis
- 40%self-resolved
- Tanpa bantuan admin
- 59,5jam dihemat/bulan
- Waktu operasional yang kembali
- +35%revenue
- Setelah sistem go-live
Hasil yang dilaporkan untuk proyek KK Dimsum. Periode pengukuran dan metode perhitungan belum dipublikasikan; angka ini bukan jaminan hasil untuk bisnis lain. Kenaikan pendapatan tidak membuktikan pengaruh software saja.
Dibangun biar tetap jalan.
Stack-nya dipilih karena kebutuhan operasional, monitoring yang lugas, dan kepemilikan sistem jangka panjang.