← Karya

Studi kasus — KK Dimsum

Dari percakapan lambat jadi order yang jalan sendiri.

Website dan otomasi WhatsApp yang memangkas waktu respons tanpa mengubah kebiasaan beli pelanggan.

Kunjungi kkdimsum.store
01 / Masalah

Admin jadi bottleneck.

Dulu pelanggan nunggu sampai 45 menit buat dapat respons. Semua detail order lewat percakapan manual, jadi kapasitas penjualan dibatasi jam kerja admin.

Kanalnya udah bener. Masalahnya tiap order harus dimulai dan diselesaikan manual dari nol.

02 / Pendekatan

Pertahankan kebiasaan. Perbaiki prosesnya.

Website jadi pintu masuk order dan tersambung langsung ke WhatsApp. Pelanggan tetap di kanal yang mereka kenal, dan data order datang dalam kondisi siap proses.

03 / Solusi

Tiga komponen, satu alur yang nyambung.

01

Website untuk order langsung

Pelanggan lihat menu, pilih pesanan, dan masuk ke alur WhatsApp tanpa nunggu admin jelasin semuanya.

OutputOrder terstruktur
02

Otomasi order WhatsApp

Order diproses otomatis, konteksnya lengkap, dan admin cuma ikut campur saat benar-benar perlu.

OutputHandoff berkualitas
03

Monitoring self-healing

Semua service dipantau di produksi dan pulih sendiri dari kegagalan umum.

OutputSinyal operasional
04 / Hasil

Lebih cepat, lebih mandiri, dan terukur.

22,5xlebih cepat
Waktu respons: 45 menit → 2 menit
70%order via web
Dari sebelumnya 0%
60%ter-handle otomatis
Order diproses otomatis
40%self-resolved
Tanpa bantuan admin
59,5jam dihemat/bulan
Waktu operasional yang kembali
+35%revenue
Setelah sistem go-live

Hasil yang dilaporkan untuk proyek KK Dimsum. Periode pengukuran dan metode perhitungan belum dipublikasikan; angka ini bukan jaminan hasil untuk bisnis lain. Kenaikan pendapatan tidak membuktikan pengaruh software saja.

Yang tidak berubah: KK Dimsum tetap harus masak enak, tetap harus promosi, dan tetap menjaga pelanggannya. Software membereskan hambatan yang seharusnya nggak ada; sisanya tetap di tangan resto-nya.
05 / Stack

Dibangun biar tetap jalan.

Next.jsDockerCoolifyTraefikWhatsApp API

Stack-nya dipilih karena kebutuhan operasional, monitoring yang lugas, dan kepemilikan sistem jangka panjang.

Ada proses manual yang mulai menahan bisnismu?

Diskusikan workflow-mu